
(Unila); Universitas Lampung (Unila) bersama Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) menggelar rapat koordinasi terkait persiapan pelaksanaan penandatanganan naskah kerja sama pendirian pusat kajian kepolisian dan ketahanan pangan pada Senin, 9 Maret 2026. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom sebagai bagian dari penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan institusi kepolisian dalam pengembangan kajian strategis dan penguatan ketahanan nasional.
Rapat koordinasi tersebut dibuka oleh Kombes Pol Hambali dari Divisi Hukum Mabes Polri. Dari pihak Universitas Lampung, kegiatan dihadiri oleh Dr. Budi Sutomo, S.Si. M.Si.,Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat (BPKHM), Koordinator Tim Kerja Sama, serta Tim Kerja Sama BPKHM Universitas Lampung.
Dalam pertemuan tersebut dibahas rencana kerja sama yang mencakup berbagai bidang strategis antara Universitas Lampung dan Mabes Polri. Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, pengkajian, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kelembagaan yang relevan dengan bidang kepolisian dan ketahanan pangan.
Melalui kerja sama ini, kedua institusi berkomitmen untuk memperkuat penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan kajian akademik, penelitian aplikatif, serta program pengabdian yang memberikan kontribusi nyata bagi penguatan peran kepolisian dalam menjaga stabilitas sosial serta mendukung ketahanan pangan nasional.
Selain itu, pembahasan juga menekankan pentingnya pengkajian dan pengembangan kelembagaan sebagai upaya meningkatkan kapasitas institusi dalam merespons dinamika sosial dan keamanan. Melalui pusat kajian yang akan dibentuk, diharapkan dapat lahir berbagai rekomendasi kebijakan berbasis penelitian yang dapat dimanfaatkan oleh Mabes Polri maupun pemangku kepentingan lainnya.
Ruang lingkup kerja sama juga mencakup pertukaran dan pemanfaatan data dan/atau informasi antara Universitas Lampung dan Mabes Polri. Kolaborasi ini memungkinkan kedua institusi untuk saling mendukung dalam pengembangan penelitian, analisis kebijakan, serta penyusunan program berbasis data yang lebih komprehensif dan akurat.
Selanjutnya, kerja sama ini juga diarahkan pada peningkatan kompetensi serta pendayagunaan sumber daya manusia dalam mendukung program kampus berdampak. Melalui berbagai kegiatan pelatihan, seminar, maupun kolaborasi akademik lainnya, kedua institusi berharap dapat meningkatkan kapasitas akademisi, peneliti, serta aparatur kepolisian dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional.
Dalam pembahasan tersebut juga disepakati pemanfaatan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh masing-masing institusi untuk mendukung pelaksanaan program kerja sama. Fasilitas pendidikan, penelitian, dan pengembangan yang tersedia di Universitas Lampung maupun Mabes Polri diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal guna menunjang kegiatan akademik, penelitian kolaboratif, serta pengembangan pusat kajian.
Melalui rapat koordinasi ini, Universitas Lampung dan Mabes Polri berharap proses penyusunan dan penandatanganan naskah kerja sama dapat segera terealisasi, sehingga pendirian pusat kajian kepolisian dan ketahanan pangan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan institusi, serta pembangunan nasional yang berkelanjutan. (Gandhi Irawan)





